Showing posts with label Prestasi. Show all posts
Showing posts with label Prestasi. Show all posts

Sunday, 13 May 2012

Pictured: Bobby Brown breaks down in concert following ex-wife Whitney Houston's death... before flying home to be by troubled daughter's side

By IONA KIRBY

Struggling: Bobby Brown performed on stage with his band last night but struggled as he attempted to make it through the show

Bobby Brown broke down in tears onstage as he performed just hours after hearing of his ex-wife's death.
The 43-year-old singer, who was said to be 'in and out of crying fits' after hearing about Whitney Houston's death, wept during his performance, saying 'I love you, Whitney,' as he blew kisses to the sky.
A relative of Bobby said that he is 'shattered and beyond devastated' at the news and had flown to be with his and Whitney's daughter Bobbi Kristina, who has reportedly checked herself into hospital after downing alcohol on hearing of her mother's death.

Flying home: Bobby Brown was seen leaving Nashville airport today after pulling out of a gig

The 43-year-old was spotted at Nashville airport today with an entourage of people.
He is undoubtedly desperate to get to the bedside of his daughter after the teen was rushed to hospital earlier today.
Her initial trip to the hospital came after learning of the devastating news, when the teenager reportedly consumed alcoholic drinks and was then given a sedative to calm her down by one of her mother's entourage. She ended up passing out, according to Radaronline.

He's here: Bobby Brown arrived at LAX tonight to take care of daughter Bobbi

Companion: Bobby was accompanied by an entourage as he made his way back to LA to be with his daughter

Difficult: Bobby can be seen struggling to perform in a video posted to Youtube by an audience member

It is understood that she was admitted to hospital again this morning to be treated for anxiety and stress, before being released later in the day.
Bobby was reportedly 'in and out of crying fits' yesterday after the death of his ex-wife Whitney Houston.
But Bobby Brown decided the show must go on and still took to the stage to perform with his band New Edition, just hours after the iconic singer's sudden and tragic passing.

Touching: The singer was seen shouting 'I love you Whitney' and blowing kisses to the sky

'Crying fits': Bobby Brown and Whitney Houston were seen stepping out for dinner together with their daughter Bobbi Kristina last week

Worried: Bobby is flying to LA to be by the side of his 18-year-old daughter with Whitney Houston, Bobbi Kristina

A video posted by an audience member to YouTube showed the star struggling to perform and nervously pacing around the stage as he attempted to sing songs with his band.

'Crying fits': Bobby Brown and Whitney Houston were seen stepping out for dinner together with their daughter Bobbi Kristina last week




Wednesday, 12 October 2011

Dindik Kirim Edaran ke Kelurahan

SURABAYA – Upaya mensukseskan wajib belajar (wajar) 12 tahun terus dilakukan. Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya meminta seluruh kelurahan untuk mendata anak putus sekolah yang tidak melanjutkan ke SMA.


Untuk mengetahui keberadaan anak usia SMA putus sekolah, Dindik membuat surat edaran ke pelosok-pelosok.“Saya akanbuat surat edaran.Surat akan disebar ke seluruh pelosok-pelosok daerah. Surat kami tujukan ke kelurahan, RT atau RW se-Surabaya,” kata Plt Kepala Dindik Surabaya M.Taswin.

Surat edaran ini untuk mengetahui berapa besar angka anak putus sekolah di masingmasing daerah. Sebab selama ini Dindik belum mengetahui secara pasti keberadaan anak-anak putus sekolah tersebut.Tercatat, ada 6.000 anak usia SMA yang tidak melanjutkan sekolah.

“Itu angka kasar.Saya yakin tidak sebesar itu,”ujar dia. Keyakinan Taswin bukan tanpa dasar.Menurutnya anakanak putus sekolah itu banyak yang melanjutkan ke sekolah lanjutan, tetapi memilih sekolah di luar Surabaya. Jumlah tersebut belum terdeteksi oleh Dindik Surabaya. “Kalau sudah ada hasil pemantauan nanti akan saya beber hasilnya,” terangnya.

Sebenarnya Surabaya merupakan kota yang menjalankan program wajar 12 tahun. Sebelum pemerintah pusat mencanangkan wajar 12 tahun, Surabaya sudah lebih dulu mengalokasikan anggaran yang cukup.Namun pemerintah pusat baru menerapkan aturan ini pada 2013. “Kita tidak mau disalahkan. Harusnya pusat yang berterima kasih kepada kita (Surabaya). Anggaran sudah disediakan sedangkan pusat belum mencairkan.Yang jelas kami komitmen menuntaskan wajar 12 tahun,”ungkap dia.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Eddi Budi Prabowo mengaku kaget dengan jumlah angka putus sekolah usia SMA. Menurut dia ada yang salah dalam proses penuntasan wajar 12 tahun. “Saya khawatir ada salah kebijakan yang diterapkan pimpinan lama.Wali kota harus berani melakukan peru-bahan kebijakan untuk kemajuan pendidikan,”katanya.

Eddi menjelaskan, angka 6.000 merupakan angka yang fantastis. Dindik harus segera mencarikan penyelesaian persoalan ini. Jika tidak,maka akan berimbas kepada keberhasilan dunia pendidikan. Dia yakin jika persoalan anak putus sekolah tidak diselesaikan maka citra pendidikan Surabaya bertambah buruk.

“Pendidikan Surabaya tidak akan bisa memperoleh prestasi yang baik kalau menuntaskan kasus ini tidak becus,” ungkap politisi Golkar ini. Di sisi lain, Kadindik Jawa Timur Harun meminta seluruh kabupaten/kota membantu memberantas buta aksara. Caranya dengan menuntaskan wajar 12 tahun.“Saya berharap kabupaten/kota serius menuntaskan wajar 12 tahun,” katanya.

Anak putus sekolah usia SMA,lanjut Harun, masih ada di Jatim.Untuk mengatasi masalah itu, Diknas akan melengkapi fasilitas sekolah, di antaranya pembangunan sekolah di daerah-daerah. “Seiring dengan penerapan program wajar 12 tahun, pembangunan sekolahan akan ditambah,” beber Harun. arief ardliyanto

Mengantarkan Anak Mencapai Prestasi Terbaiknya

Setiap orang tua tentu mengharapkan anak-anak mereka menjadi anak yang baik. Mereka berharap generasi penerus ini mencapai keberhasilan hidup kelak. Tak ada orang tua yang ingin anaknya mengalami kegagalan hidup. Itulah sebabnya para orang tua berusaha sebisa-bisanya mempersiapkan buah hatinya: menyekolahkan dan mengasuhnya dengan baik, sebaik ia bisa.

Di bawah ini, saya kemukakan serba sedikit tips tentang membimbing anak-anak mencapai pretasi terbaiknya. Ini bukan kajian teoritis yang mendalam, melainkan hanya serangkaian tips sederhana yang berangkat dari pengalaman terbatas sebagai orang tua dari dua anak yang kini berada di bangku SMA. Sama sekali saya tidak bermaksud menggurui, karena sebagai orang tua, saya masih banyak memiliki kelemahan/kekurangan. Tapi, dengan niat tulus untuk berbagi, perkenankan saya menulis beberapa tips sederhana berikut ini. Sesuai dengan namanya ‘tips’ bukanlah sesuatu yang mesti dipakai tanpa reserve, melainkan hanya sebagai pembanding ketika para orang tua memutuskan sesuatu demi kemajuan anak tercinta.

Pertama, fasilitasi kebutuhannya. Kebutuhan anak sebagai pelajar tentu saja wujudnya berupa hal-hal yang terkait dengan pelajaran, misalnya buku, tas, pakaian sekolah, dan perlengkapan sekolah lainnya. Sebagai orang tua, kita prioritaskan itu sesuai dengan kemampuan. Orang tua yang baik akan berusaha memenuhi kebutuhan pokok anak yang terkait dengan sekolahnya.

Kedua, keteladanan dalam hal disiplin. Dorongan untuk belajar secara disiplin kepada anak tak boleh diabaikan. Para orang tua diharapkan dapat menciptakan kondisi yang selaras dengan kebutuhan belajar anak. Ciptakan suasana yang mendukung anak belajar, bukan sebaliknya suasana yang menjadi faktor pengganggu/penghambat sehingga anak jadi enggan belajar. Perilaku kedisiplinan orang tualah yang dilihat oleh anak, bukan perintah atau suruhannya.

Ketiga, dorongan berprestasi sesuai potensi. Orang tua hendaknya jeli melihat potensi, minat, atau talenta anak. Di bidang pelajaran apa dia menonjol? Kegiatan apa yang paling disukai dalam waktu relatif lama dengan suntuk? Pelajaran atau kegiatan apa yang paling membuatnya senang dan bergairah? Prestasi si anak bisa dimulai dari bidang yang disukainya. Peluang untuk meraih prestasi terbaik ada pada pelajaran/kegiatan yang paling disukainya. Kembangkanlah itu, tanpa menelantarkan pelajaran-pelajaran lainnya.

Keempat, berikan penghargaan. Kalau suatu kali anak mencapai prestasi, maka berikanlah penghargaan yang sepadan. Mungkin bentuknya sekadar tepukan pada bahu disertai pujian dengan kata-kata atau bahkan memberikannya hadiah. Stimuli semacam ini sangat dibutuhkan agar dia merasa diperhatikan sekaligus mendorong anak untuk menjaga bahkan meningkatkan prestasi yang sudah dicapainya.

Kelima, sisihkan waktu untuk bercakap-cakap dengannya. Hal ini penting tatkala kita hendak memotivasi anak untuk meningkatkan prestasinya yang (mungkin) sempat anjlok, atau meningkatkan nilai keberhasilan yang sudah diperolehnya. Kesempatan ini juga dapat dipergunakan untuk mendengarkan unek-unek anak.

Semoga dengan menerapkan tips di atas, kita dapat memberikan yang terbaik yang kita bisa untuk kemajuan si buah hati. Anak bukan milik kita, tetapi titipan Tuhan yang wajib kita jaga, rawat, dan menyiapkannya berkembang mencapai kedewasaan, lahir dan batin.

( I Ketut Suweca , 12 Oktober 2011).

http://edukasi.kompasiana.com/2011/10/12/mengantarkan-anak-mencapai-prestasi-terbaiknya/